LAPORAN AKHIR

CBDC – TFI
Character Building Agama



Kegiatan Sosialisasi RPTRA MAYA ASRI 13


Judul Project :
                                               
Pengenalan Tuhan Melalui Diri Sesama dan Lingkungan Serta Menjaga Pola Hidup yang Sehat


Identitas Kelompok :

NIM
Nama
Jabatan
2001549733
Stefany Huwae
Ketua
2001544594
Alexander Raygian
Anggota
2001553863
Evelyn Natasya Joyo
Anggota
2001540210
Janette Febriyanti
Anggota
2001547633
Melisa Permatasari
Anggota
2001536522
Natanael Hernando
Anggota

Kelas
LA56



BINA NUSANTARA UNIVERSITY
2018






Project Luar Kelas Character Building: Agama


1.     Judul Project                           : Pengenalan Tuhan Melalui Diri Sesama dan
  Lingkungan Serta Menjaga Pola Hidup yang Sehat
2.     Lokasi Project                       : RPTRA Maya Asri 13
3.     Kelompok Target Kegiatan    : Anak-anak RPTRA Maya Asri 13
4.     Nama Anggota Kelompok      : 1. Stefany Huwae                             (2001549733)
  2. Natanael Hernando                       (2001536522)
  3. Janette Febriyanti                         (2001540210)
  4. Alexander Raygian                       (2001544594)
  5. Evelyn Natasya Joyo                    (2001553863)
  6. Melisa Permatasari                      (2001547633)
5.     Mata Kuliah                            : Character Building: Agama
6.   Kelas                                       : LA56
7.   Dosen                                      : Agus Masrukhin (D3739)





Jakarta, 8 Maret 2018






       Mengetahui,                                                                     Ketua Kelompok,





       (..........................................)                                               (...........................................)
 Agus Masrukhin                                                                    Stefany Huwae





DAFTAR ISI

Halaman Judul............................................................................................................... i
Identitas Kelompok...................................................................................................... ii
Daftar Isi....................................................................................................................... iii
Bab I : Pendahuluan
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Kegiatan.......................................................................................................................... 2
1.4 Manfaat Kegiatan.......................................................................................................................... 2
Bab II : Teori Konsep
2.1 Kebersihan Sebagian dari Iman................................................................................................................................. 3
2.2 Toleransi Antarumat Beragama....................................................................................................................... 3-4
2.3 Kegiatan Sosial (Volunteer Bantuan Sosial).............................................................................................................................. 4
Bab III : Pelaksanaan Kegiatan......................................................................................................................... 5
Bab IV : Refleksi Kelompok..................................................................................................................... 19
Bab V : Penutup......................................................................................................................... 23
Referensi....................................................................................................................... 24




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Indonesia merupakan Negara kesatuan yang terdiri dari atas berbagai macam suku bangsa, budaya dan agama. Dalam hal ini masyarakat Indonesia dituntut untuk lebih bersikap toleransi dan menghargai terhadap sesama umat yang satu sama lain. Dalam perwujudan hal tersebut perlu adanya kesadaran dalam diri satu sama lain, kesadaran ini meliputi hal-hal yang berkaitan dengan moral dan kesadaran dalam diri masing. Hal ini sudah sangat jelas bahwa manusia tidak dapat berdiri sendiri atau manusia adalah makhluk sosial dalam berbagai aspek, termasuk rohani.
Character  Building Agama adalah salah satu mata kuliah yang bertujuan unuk membentuk karakter dan softskill mahasiswa. Tugas lapangan ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan  permasalahan sosial yang sering terjadi di Indonesia. Cara untuk mengimplementasikannya adalah dengan melakukan kegiatan yang dapat berguna bagi masyarakat sekitar. Salah satunya yaitu dengan menjalin kerjasama antar umat beragama dan melaksanakan kegiatan sosial guna untuk mengembangkan dan memberi pembelajaran bagi anak-anak muda generasi penerus bangsa untuk selalu menekankan nilai toleransi antar umat agama, kecintaannya dengan Tuhan, sesama serta lingkungannya dan menumbuhkan rasa respect terhadap sesamanya.
Dalam agama kita mengetahui bahwa kita mengenal Tuhan melalui Kitab Suci. Namun tidak hanya melalui itu saja, tetapi juga melalui sesama manusia, menciptakan perdamaian dunia dan juga adanya kegiatan-kegiatan ibadah keagamaan baik wajib maupun tidak, bertingkah laku, dan lainnya.
Oleh sebab itu, kami dari Universitas Bina Nusantara akan melakukan kegiatan sosial ini dengan tujuan agar anak-anak panti semakin  memahami akan pola hidup yang sehat dan dapat mencintai lingkungan mereka seperti mencintai dirinya sendiri, Tuhan, dan sesamanya,. Hal ini penting diajarkan sejak dini, bila tidak, maka mereka tidak akan mendapat ilmu yang penuh akan menjaga kesehatan mereka dan lingkungan mereka yang kami harapkan apa yang akan kami lakukan dapat membantu mereka dan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

1.2  Rumusan Masalah
1.2.1       Apa yang harus dilalukan untuk dapat menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan sekitar?
1.2.2       Apa kegiatan sosial yang penting harus dilakukan untuk mewujudkannya?
1.2.3       Bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari?
1.2.4       Bagaimana cara untuk menumbuhkan rasa cinta kepada lingkungan, Tuhan, dan sesama?

1.3  Tujuan Kegiatan
1.3.1       Meningkatkan rasa kepedulian kepada sesama manusia.
1.3.2       Meningkatkan rasa berbagi dan tali persaudaraan antar umat beragama.
1.3.3       Memberikan pembelajaran bahwa kebersihan adalah bagian dari iman.
1.3.4       Untuk belajar berbagi kepada orang lain baik seacara material maupun dengan non material (cinta kasih terhadap sesama manusia).

1.4  Manfaat Kegiatan
Karya tulis ini dibuat agar para pembaca bisa memahami pentingnya menjaga dan mencintai lingkungan sekitar, mengenal Tuhan melalui diri sesama, dan menjaga pola hidup yang sehat untuk menciptakan generasi muda bangsa yang berbakat dan bertalenta yang memiliki iman dan kepercayaan, semangat, dan motivasi hidup untuk selalu memberikan hal-hal positif bagi lingkungan sekitar, dan sesamanya, tidak harus dimulai dari hal-hal besar, tetapi kita bisa memulainya dari hal-hal kecil terlebih dahulu yang nantinya dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi nusa dan bangsa.








BAB II
TEORI KONSEP

2.1  Kebersihan sebagian dari Iman
Kebersihan merupakan sebagian dari Iman. Hal ini juga diajarkan dalam agama yang mana setiap agama pasti ada penjelasannya, baik itu agama Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Buddha bahkan Khonghucu sekalipun. Namun kali ini dijelaskan dalam konsep  agama Islam.
“Kebersihan adalah Sebagian dari Iman”
Hadis ini tercantum dalam kitab-kitab hadis. Al-‘Iraqi dalam takhrij Ahadits al-Ihya’ 1/73 menginformasikan hadis dengan lafadz semacam di atas diriwayatkan oleh Imam at-Thobrany dalam Al-Ausath dengan sanad yang dho’if jiddan (sanagt lemah) dari jalur periwayatan melalui Ibnu Mas’ud ra.
Adapun lafaz lain yang semakna dengan hadis tersebut adalah:
“Agama dibangun di atas kebersihan”.
Dalam agama islam diajarkan akan kebersihan yang mana hal tersebut diwajibkan untuk hidup bersih. Contohnya saja pada saat sebelum sholat, setiap umat islam harus membersihkan diri atau yang dikenal dengan berwudhu yang mana seluruh bagian tubuh dibersihkan, dari muka hidung mulut tangan telinga juga kaki dimana ada maksud tertentu.
Dimana dalam islam ada dalil akan kebersihan yakni :
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang suci” (Q.S. Al-Baqarah, 2:ayat 222).

2.2  Toleransi Antarumat Beragama
Toleransi berasal dari bahasa latin dari kata "Tolerare" yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Jadi pengertian toleransi secara luas adalah suatu perilaku atau sikap manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghormati atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan orang lain.
Toleransi juga dapat dikatakan istilah pada konteks agama dan sosial budaya yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap golongan-golongan yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas pada suatu masyarakat. Misalnya toleransi beragama dimana penganut Agama mayoritas dalam sebuah masyarakat mengizinkan keberadaan agama minoritas lainnya. Jadi toleransi antar umat beragama berarti suatu sikap manusia sebagai umat yang beragama dan mempunyai keyakinan, untuk menghormati dan menghargai manusia yang beragama lain.

2.3  Kegiatan Sosial (Volunteer Bantuan Sosial)
Untuk sebagian orang mungkin ada yang hobi atau senang menjadi relawan. Karena, menjadi relawan atau volunteer berarti kita bisa membantu sekaligus mengenal banyak orang dari suatu komunitas yang bisa menambah pengetahuan, pertemanan dan melatih kepekaan kita terhadap keadaan lingkungan. Menjadi relawan tentu saja tidak mudah. Selain bertugas untuk membantu orang atau lingkungan yang sedang terkena musibah atau kesulitan, menjadi relawan juga harus ikhlas. Mengingat untuk menjadi relawan kita dituntut untuk membantu sesama dengan sekuat tenaga dengan sukarela. Tapi, justru di sana tantangannya.
Menjadi relawan membuat kita semakin peka terhadap sesama dan tentu saja lingkungan di sekitar kita. Ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri jika kita berhasil membantu sesorang yang tengah dalam kesusahan, misalnya : pasca bencana.
Kegiatan sosial (volunteering) adalah salah satu bentuk kepedulian seseorang atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain yang dirasa memiliki keterbatasan kondisi. Keterbatasan kondisi ini dapat berupa keterbatasan sandang, pangan, papan, maupun kesehatan/fisik yang disebabkan oleh berbagai kondisi. Tujuan dilakukannya kegiatan sosial ialah untuk mensejahterakan anggotanya dan juga banyak orang tergantung makna dan tujuan dari kegiatan sosial tersebut.
Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kepedulian sosial kita terhadap sesama, yang dapat dimulai dari hal yang paling sederhana. Karena apapun bentuknya, keikhlasan hati dalam kegiatan sosial yang paling diperlukan untuk setiap orang yang melakukannya, tanpa memandang latar belakang dan tingkat kemampuannya.



BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

1.     PERTEMUAN PERTAMA (27 Maret 2018)
Hari ini kami berkumpul di Indomaret point Binus pada pukul 10.00 WIB. Setelah semua anggota kelompok berkumpul, kami berangkat ke Panti Asuhan Hati Suci untuk melakukan survey. Panti Asuhan Hati Suci beralamat di Jl. Hati Suci No.2, RT.4/RW.8, Kp. Bali, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kami sampai di Panti Asuhan Hati Suci sekitar jam 10.40 WIB. Di Panti Asuhan Hati Suci kami bertemu dengan kakak Martha. Kakak Martha adalah penanggung jawab Panti Asuhan Hati Suci. Dan ketika kami berbincang dan meminta perijinan untuk melakukan kegiatan di Panti Asuhan tersebut, ternyata Panti Asuhan tersebut sudah tidak bisa menerima mahasiswa untuk melakukan kegiatan, dikarenakan sudah banyak yang melakukan kegiatan di Panti Asuhan Hati Suci dan kegiatan anak-anak yang ada di Panti tersebut sudah sangat padat. Bisa kemungkinan kelompok kami diselipkan untuk kegiatan pada hari Sabtu, namun jika hari Sabtu beberapa anggota di antara kami ada yang memiliki jadwal full dari kuliah pagi sampai sore. Jadi tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan disana. Setelah selesai berbincang dengan kakak Martha, kami pun foto bersama, lalu kami berpamitan. Kami memutuskan untuk melanjutkan survey ke Panti berikutnya.

Evelyn, Stefany, Janette, Melisa, dan Alexander berfoto di halaman Panti Asuhan Hati Suci
(dan Natanael yang mengambil foto sebagai fotografer)


 Natanael, Stefany, Janette, Alexander, dan Melisa berfoto di halaman Panti Asuhan Hati Suci
(dan Evelyn yang mengambil foto sebagai fotografer)

Natanael, Evelyn, Stefany, Janette, Melisa, dan Alexander berfoto bersama kakak Martha

, Melisa, Alexander, Stefany, Kakak Martha, Evelyn dan Natanael berfoto bersama
     
Setelah dari Panti Asuhan Hati Suci kami bersepakat untuk makan siang terlebih dahulu. Lalu kami melakukan makan siang di MCDonalds. Di MCDonalds pun kami mecari Panti Asuhan dengan melihat internet dan kami menelpon panti-panti tersebut, dan mencoba untuk menelepon satu-satu Panti yang ada seperti Panti Asuhan Kasih Mulia Sejati, Panti Asuhan Graha Anugrah, dan masih banyak lagi. Tetapi semua panti yang kami telpon, semuanya sudah penuh dengan kegiatan mahasiswa. Setelah itu pada pukul 15.00 WIB kami memutuskan untuk mengakhiri survey. Kami bergegas untuk pulang kembali bersama ke Binus University.
Janette, Stefany, Evelyn, Natanael, Melisa, dan Alexander berfoto di depan MCDonalds

Janette, Stefany, Evelyn, Natanael, Melisa, dan Alexander berfoto di depan MCDonalds

2.     PERTEMUAN KEDUA (2 April 2018)
Pada pukul 15.00 WIB kami melanjutkan survey kami. Kami melakukan survey ke RPTRA MAYA ASRI 13, yang beralamat di RT.2/RW.13, Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. RPTRA tersebut lokasinya tidak terlalu jauh dengan Binus Anggrek. Kami berkumpul sekitar jam 15.00 di Binus University. Setelah seluruh anggota kelompok sudah hadir, kami bergegas berangkat ke RPTRA MAYA ASRI 13. Sekitar pukul 15.30 kami semua telah tiba di RPTRA. Kebetulan juga lokasinya yang tidak begitu jauh dari Binus, jadi kami bisa cepat sampai ditempat. Di RPTRA MAYA ASRI 13 kami bertemu dengan ibu Yani. Ibu Yani adalah penanggung jawab RPTRA MAYA ASRI 13 pada hari tesebut. Biasanya terdapat shift untuk penanggung jawab RPTRA tersebut. Saat itu, yang bertugas pada shift tersebut adalah ibu Yani.
Setelah kami berbincang tentang maksud kedatangan kami dan menjelaskan kegiatan apa yang akan dilakukan,, dan menyerahkan proposal kegiatan volunteer, kami mendapatkan ijin untuk melakukan kegiatan di RPTRA tersebut. Setelah itu kami meminta nomor handphone ibu Yani dan membuat kesepakataan untuk melakukan kegiatan pada hari selasa tanggal 9 April 2018 pukul 15.00, dan meminta untuk ibu Yani memberitahu kepada anak-anak RPTRA untuk hadir dalam kegiatan yang akan kami laksanakan. lalu kami pun berpamitan dengan ibu Yani.

Evelyn, Stefany, dan Janette berfoto di depan RPTRA MAYA ASRI 13 ketika melakukan survey bersama

Alexander, Ibu Yani, Evelyn, Melisa, Stefany, dan Janette sedang berbincang dengan Ibu Yani

Melisa dan Alexander melakukan survey untuk ruangan kegiatan volunteer yang berada di balkon atas RPTRA MAYA ASRI 13

Melisa dan Natanael melakukan survey untuk ruangan kegiatan volunteer yang berada di balkon atas RPTRA MAYA ASRI 13

RPTRA MAYA ASRI 13

3.     PERTEMUAN KETIGA (9 April 2018)
Pada pukul 14.30 WIB kami berkumpul di Indomaret point Binus. Di Indomaret Point kami membeli beberapa snack untuk dibagikan kepada adik-adik yang akan mengikuti kegiatan kami. Lalu pukul 15.00 WIB kami sama-sama berangkat ke RPTRA MAYA ASRI 13. Sesampainya disana kami mendatangi penanggung jawab pada hari itu dan berbincang tentang kegiatan yang akan kami lakukan. Setelah itu kami mengumpulkan anak-anak yang sedang bermain di RPTRA tersebut. Setelah anak-anak berkumpul sekitar 20 anak, kami pun memulai kegiatan kami.

Natanael, Janette, Stefany, dan Evelyn melakukan diskusi sebelum melaksanakan kegiatan di Indopoint
Natanael, Janette, Stefany, Evelyn, Alexander, dan Melisa melakukan diskusi sebelum melaksanakan kegiatan di Indopoint

            Setelah melakukan diskusi terlebih dahulu, kami bergegas berangkat ke RPTRA MAYA ASRI 13. Sekitar 5 menit kami tiba ditujuan. Kami langsung mengajak anak-anak untuk berkumpul naik ke balkon lantai atas RPTRA. Setelah anak-anak telah berkumpul, kami tak lupa memperkanalkan diri kami masing-masing terlebih dahulu. Tak hanya kami yang melakukan perkenalan, namun kami juga meminta untuk masing-masing anak melakukan perkenalan diri kepada kami semua, kami memanggilnya maju satu per satu untuk memperkenalkan dirinya, karena kami yakin ada yang belum saling mengenal satu sama lainnya. Kami memberikan reward hadiah kepada anak-anak yang berani maju ke depan melakukan perkenalan sambil menyebutkan satu keunikan atau ciri khas mereka dengan bergaya sesuai dengan khas mereka masing-masing. Kami ingin melatih kepercayaan dirinya di depan publik dan berlatih untuk tampil berani.
Evelyn, Janette, Stefany, Melisa, dan Alexander melakukan perkenalan kepada anak-anak RPTRA MAYA ASRI 13

Natanael melakukan perkenalan kepada anak-anak RPTRA MAYA ASRI 13

Kegiatan pertama yang kami ajarkan adalah tentang menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Karena kebersihan adalah sebagian dari Iman. Maka dari itu kami mengajarkan bagaimana menjaga kebersihan di lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengelompokkan sampah yang masih dapat diolah dengan yang tidak. Kami juga melaksanakan sosialisasi kepada seluruh anak-anak dan memberikan himbauan untuk tidak jajan sembarangan di tempat yang kurang bersih. Kami mengajarkan kepada anak-anak juga tidak sering mengkonsumsi makanan instant atau junkfood yang tidak baik untuk kesehatan, seperti terlalu sering mengkonsumsi mie instant, dan sebagainya. Kami mengajarkan anak-anak untuk senantiasa mengkonsumsi makanan yang sehat dan bersih, terutama mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna. Kami menghimbau anak-anak untuk sering mengkonsumsi sayur dan buah agar kesehatan tetap terjaga dan pertumbuhan anak-anak kedepannya baik.
Kami juga mengajarkan dan mensosiliasikan anak-anak untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan, agar kebersihan tangan selalu terjaga dan terhindar dari kuman dan penyakit. Kami juga menganjurkan anak-anak untuk rajin berolahraga secara teratur agar tubuh tetap sehat, bugar dan kuat.

Salah satu anak RPTRA yang sedang melakukan perkenalan diri

            Kegiatan kedua yang kami ajarkan adalah tentang menghargai sesama. Dengan saling menghargai setiap kita akan hidup rukun dan tidak ada perpecahan. Kami mengajarkan bagaimana untuk bersikap sopan dengan orang yang lebih tua. Membantu sesama walaupun suku, ras, atau agama nya berbeda. Jadi, walaupun kita semua berbeda-beda, tetapi kita tetaplah satu.

Janette memberikan penjelasan tentang menghargai sesama

Disetiap kegiatan kami memberikan reward atau hadiah berupa snack untuk anak-anak yang aktif bertanya dan merespons dengan baik. Barangsiapa yang dapat menjawab setiap pertanyaan yang diberikan, akan mendapatkan reward tersebut. Sebagian besar anak-anak yang mengikuti kegiatan semuanya aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan yang di ajukan. Mereka semua turut berpartisipasi dan terlihat sangat antusias dan aktif merespons setiap hal yang kami sampaikan dan kami tanyakan.

Stefany sedang berinteraksi dengan anak-anak RPTRA memberikan pertanyaan dan anak-anak antusias menjawab dengan mengangkat tangan terlebih dahulu

Anak-anak RPTRA MAYA ASRI 13 setelah pembagian snack

Melisa berfoto dengan anak-anak RPTRA MAYA ASRI 13

Diakhir kegiatan kami melakukan satu permainan tradisional yaitu ular naga panjang. Hal ini kami lakukan supaya anak-anak di jaman sekarang mengenal akan permainan jaman dahulu. Permainan ini mengasah kerja sama, dan tidak membedak-bedakan tiap individu. Sehingga mau atau tidak, anak-anak tersebut harus bekerja sama untuk tidak tertangkap oleh lawan waluapun memiliki latarbelakang, suku, ras, atau agama yang berbeda. Karena pada hakikatnya kita semua adalah sama, segambar, dan serupa dengan Allah dan diciptakan untuk saling menghargai dan mencintai sesama. Permainan ini juga melatih tiap anak-anak untuk bisa berkoordinasi dengan sesama dengan baik agar tidak tertangkap musuh.
Evelyn bersama anak-anak RPTRA MAYA ASRI 13

Alexander, Natanael , dan Evelyn bermain Ular Naga Panjang bersama anak-anak RPTRA MAYA ASRI 13

Janette, Alexander dan Natanael bermain Ular Naga Panjang bersama anak-anak RPTRA MAYA ASRI 13
Alexander, Natanael , dan Evelyn bermain Ular Naga Panjang bersama anak-anak RPTRA MAYA ASRI 13

Sesudah kegiatan selesai, kami berfoto bersama dengan anak-anak RPTRA MAYA ASRI 13 yang mengikuti kegiatan. Kami melakukan perpisahan kepada anak-anak RPTRA dan sedikit mereview pembelajaran kami hari ini apa saja. Setelah itu, kami mendatangi jawab RPTRA MAYA ASRI 13 dan sedikit berbincang mengenai kegiatan yang sudah dilakukan, setelah itu berfoto bersama, dan kami mengucapkan terima kasih dan berpamitan pulang.

Foto bersama dengan anak-anak RPTRA MAYA ASRI 13 (Janette, Stefany, Melisa, Natanael, dan Alexander, serta Evelyn sebagai fotografer)
Foto bersama dengan anak-anak RPTRA MAYA ASRI 13 (Janette, Stefany, Melisa, Alexander, dan Evelyn serta Natanel sebagai fotografer)
Foto bersama dengan penanggung jawab RPTRA MAYA ASRI 13 (dan Janette yang mengambil foto tersebut, sebagai fotografer)



BAB IV
REFLEKSI KELOMPOK

4.1   Stefany Huwae
Dari setiap pertemuan yang sudah kami lakukan, saya mendapatkan beberapa teman-teman kecil yang baru, dan dari pertemuan ini saya diingatkan kembali bagaimana harus bersikap dengan orang-orang yang baru pertama kali saya temui, bagaimana cara bersikap untuk saling menghargai satu sama lain. Dan dari pertemuan di RPTRA ini juga saya menyadari bahwa banyak anak-anak yang belum terlalu mengerti akan sikap menghargai sehingga banyak perilaku yang kurang baik mereka lakukan dengan teman sepantarannya, seperti menarik kerudung temannya dan mengejek temannya dengan nama orangtua. Sehingga disini diperlukan peran orangtua atau orang dewasa untuk lebih mengajari anak-anaknya untuk memiliki sikap saling menghargai. Karena sikap saling menghargai atau toleransi harus ditanamkan pada anak-anak sedini mungkin.

4.2   Janette Febriyanti
Pemahaman mengenai toleransi dan keberagaman diantara seluruh lapisan masyarakat masih banyak disalahartikan atau belum begitu dipahami betul oleh setiap individu. Melalui project luar kelas CB Agama ini, saya bisa mensosialisasikan dan membagikan pembelajaran baru dan berharga untuk orang-orang disekitar saya. Target utama saya dan kelompok terutama pada anak-anak kecil, dimana mereka sangat perlu untuk di didik sejak dini, dan memahami apa itu toleransi, memahami setiap perbedaan yang ada karena kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan sangatlah beragam adanya. Saya juga mensharingkan bagaimana mengajaga dan menerapkan pola hidup yang sehat, dan kebersihan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Karena kebersihan merupakan sebagian dari iman, sudah selayaknya kita menjaga kebersihan dan menjaga pola hidup kita. Saya juga merasakan bahwa penting untuk saling menghargai, bersikap toleransi, dan memahami sesama manusia. Karena, tiap individu memiliki karakter yang berbeda-beda, dan keunikan nya masing-masing. Dari perbedaan tersebut saya belajar, bahwa saya tidak boleh egois dan merasa yang diluar ajaran saya atau yang saya ketahui atau pelajari selama ini adalah yang paling benar (dalam konteks pembelajaraan spiritual agama misalnya), namun saya harus bisa menghormati perbedaan yang ada di setiap individu, dan mendukung serta memberika support dan motivasi kepada sesama, Saya harus memiliki sikap saling mengasihi dan mencintai sesama kita, jadi orang-orang yang kita rasa berbeda atau tidak sejalan dengan kita, tidak boleh kita jauhkan melainkan kita hargai dan support, kita harus menebarkan cinta kasih kepada sesama dan memberikan rasa toleransi terhadap sesama. Dengan bersikap rendah hati dan down to earth, dapat meredam keegosian masing-masing. Saya harap, sosialisasi dan pembelajaran baru yang saya dan kelompok ajarkan dan sharingkan dapat bermanfaat kelaknya untuk generasi penerus bangsa, yang memiliki sikap saling menghargai sesama dan hidup bersama-sama dengan rukun dan saling support satu sama lain, tidak membeda-bedakan tiap kelompok atau individu, melainkan merangkulnya semua. Saya juga berharap mereka dapat menjaga pola hidup nya untuk selalu bisa menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh serta lingkungannya untuk kesejahteraan bersama.

4.3   Evelyn Natasya Joyo
Melalui project kegiatan sosialisasi luar kelas CB Agama, saya mendapatkan banyak pelajaran baru. Selama saya mengajar dan bermain bersama mereka, saya sadar bahwa sebenarnya di kalangan usia dini masih banyak yang tidak paham akan pentingnya toleransi dan keberagaman. Selain itu saya juga tau bagaimana keadaan di RPTRA dan kegiatan apa saja yang dilakukan disana. Di dalam kegiatan sosialisasi ini saya sadar akan pentingnya akan toleransi dan keberagaman ini dimana dapat membawakan banyak hal baik dari saya terhadap sesama umat beriman yang beda agama maupun kepada orang yang lebih tua serta yang memiliki perbedaan dengan saya. Dan alangkah lebih baik apabila toleransi diajarkan kepada anak-anak usia dini sehingga mereka dapat mengerti dan melakukannya mulai dari sekarang. Selain itu,sebagian besar anak-anak usia dini juga sudah paham mengenai cara hidup sehat. Tetapi masih ada beberapa yang tidak melakukannya. Oleh karena itu kami mengingatkan mereka kembali agar tidak lupa dan melakukannya. Saya sangat senang melakukan kegiatan ini karena banyak hal yang saya dapat seperti bersyukur, melatih kesabaran, kerjasama dan dapat saling menghargai perbedaan, menimbulkan rasa simpati dan empati serta saya juga menjadi akrab dengan anak-anak kecil dan melatih berkomunikasi dengan orang yang umurnya dibawah saya sehingga mereka mau mendengarkan dengan antusias. Semoga sosialisasi ini dapat berguna bagi mereka serta dapat menjadi pelajaran yang baik dan dapat melakukan apa yang sudah kami jelaskan pada kehidupan sehari-hari agar menjadi bekal untuk kehidupan mereka di hari nanti. Selain itu, melalui sosialisasi ini saya dapat belajar untuk bekerja sama dengan anggota kelompok lainnya dan belajar untuk mengambil keputusan.


4.4   Melisa Pertamasari
Setelah melakukan kegiatan sosialisasi di RPTRA, saya belajar banyak hal baru yang tidak bisa saya dapatkan di dalam kegiatan perkuliahan biasa. Hal 1 yang saya dapatkan adalah kerja sama dalam kelompok. Diperlukan kerja sama dan kesepakatan untuk mencapai keputusan yang baik selama proses sosialisasi (persiapan, penentuan RPTRA, kegiatan RPTRA, dll). Selain itu, saya juga belajar bagaimana berkomunikasi yang baik terhadap rekan sekelompok, guru-guru di RPTRA, dan anak-anak RPTRA. Berkomunikasi dan melandaskannya dengan ajaran agama saya yaitu cinta kasih.

4.5   Natanael Hernando
Hal yang saya dapatkan dari kegiatan sosialisasi ini salah satunya saya jadi tahu apa itu RPTRA dan bagaimana keadaan di RPTRA. Disana menjadi tempat berkumpulnya anak- anak (ada yang sebagian ditemani orang tuanya juga) untuk bermain dan mendapatkan skill non-akademik, salah satu contohnya disana ada latihan menari yang dilakukan secara rutin tiap minggu. Di RPTRA anak- anak belajar berbagai macam hal, mulai dari hal- hal yang sederhana. Maka dari itu menanamkan kesadaran akan toleransi serta menjaga lingkungan kepada mereka merupakan hal yang baik selagi mereka kecil. Menurut saya, hal- hal baik yang mendasar seperti ini harus ditanamakan sejak sekarang agar bisa terbawa sampai mereka dewasa, supaya nantinya pada saat mereka dewasa menjadi orang yang berguna bagi orang lain dan diri sendiri. Selain itu saya juga belajar lagi tentang bekerja sama dengan anggota yang lainnya untuk menjalankan suatu acara supaya berjalan dengan baik.

4.6   Alexander Raygian
Sebagai masyarakat perkotaan, kita sering kali dilupakan dengan berbagai kegiatan keagamaan akibat sibuknya kegiatan dan aktifitas. Mata kuliah kami kali ini mengajak kami untuk merefleksikan ajaran dalam agama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari, bukan hanya tradisi beribadah. Kunjungan kami ke RPTRA memberikan sosialisasi bahwa perbedaan agama tidak seharusnya menjadi pemisah, justru menjadi keberagaman diantara masyarakat. Kami juga memberikan nasihat mengenai cara menjaga kebersihan dan kesehatan yang merupakan bagian dari iman.
Respon peserta yang masih polos mengingatkan kami kembali untuk selalu merenungi kegiatan dan aktifitas yang dilakukan untuk saling menghormati satu sama lain seperti Tuhan yang menciptakan manusia dengan keunikannya masing-masing, mengingatkan bahwa semua agama selalu mengajarkan perdamaian meskipun saat ini banyak isu-isu agama yang digunakan sebagian orang untuk kepentingan pribadi. Selain memberikan pelajaran kepada peserta, saya menyadari bahwa kita juga belajar dari sifat mereka yang masih polos dan tidak menaruh kebencian satu sama lain.



BAB V
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Menjadi relawan atau volunteer berarti kita bisa membantu sekaligus mengenal banyak orang dari suatu komunitas yang bisa menambah pengetahuan, pertemanan dan melatih kepekaan kita terhadap keadaan lingkungan dan sesama. Melalui mengajar layaknya seorang guru bukanlah suatu hal yang mudah, dibutuhkan kesabaran dan cara agar setiap orang yang diajarkan dan diberikan pembelajaran baru tersebut nyaman tanpa ada hambatan. Proses Kegiatan Volunteer Bantuan Sosial di RPTRA MAYA ASRI 13 dapat berjalan dengan lancar dan baik, sampai hari terakhir dimana kelompok kami menyelesaikan project luar kelas ini dan dapat memberikan manfaat yang sangat positif dan motivasi bagi anak-anak RPTRA yang kelaknya dapat tumbuh sebagai generasi muda yang membanggakan nusa dan bangsa, dapat menghargai sesama dan bersikap toleransi terhadap antarumat beragama di Indonesia. Selain itu, dengan pembelajaran baru yang kami bagikan kepada anak-anak RPTRA seperti menghormati dan menghargai sesama, tidak membeda-bedakan tiap individu atas latarbelakang agamanya, atau suku, RAS, dan sebagainya, menumbuhkan rasa toleransi dalam dirinya masing-masing, serta menjaga pola hidup yang sehat hingga tua nanti.  Kami harap hal-hal tersebut dapat ditanamkan baik-baik dalam dirinya dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
















REFERENSI





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMUAN 1

PERTEMUAN 2